Kelahiran dan Kematian ........

Minggu, 08 Januari 2012 2 komentar

Apa kabar 2012 ?

Awal tahun ini, saya disambut oleh beberapa kabar suka sekaligus kekasihnya, duka. 

Kabar yang membuat kau berpikir, pesan-pesan orang tua terdahulu itu bukan sekedar pesan. Pesan seperti ,”Manusia bisa berencana, Tuhan yang menentukan,” atau “Jodoh, rejeki dan ajal ada di tangan Tuhan,”

Tahu bahwa semua pesan itu benar, tapi namanya manusia, tidak akan pernah menyadari kebenaran dari suatu pesan sampai mengalaminya sendiri. 

Kabar suka datang dari beberapa kawan..kerabat dan sanak saudara.  Soal malaikat-malaikat kecil yang diturunkan ke dunia , hasil usaha dan ibadah siang malam oleh sang ayah dan bunda… ihiyy ;)
Bayi mungil itu sangat lucu, wangi mereka sangat khas. Ada kesenangan tersendiri saat menciumi bayi-bayi itu, membuat perut bergolak dan  bibir tersenyum.  Sempat mengunjungi beberapa sahabat yang baru melahirkan, tapi ada juga yang belum..

Salah satu sahabat yang saya kunjungi adalah Efa Sanah, teman satu geng waktu SMA. Bayinya lahir persis satu hari setelah kakak dari Ayah saya meninggal.  

Ada yang mati, lalu ada jiwa yang datang. Begitu ternyata rencana yang Maha Kuasa. Kabar meninggalnya bude saya ini cukup tak disangka. Selama ini, saya dan keluarga tahunya Bude sehat-sehat saja. Akibat keracunan obat, wuzzz … nyawanya pun melayang.

Selang dua hari, kabar duka kembali datang. Ayah dari seorang sahabat, turut meninggalkan dunia. Duka cita menyelimuti keluarga. Semoga Tuhan segera mengganti kabar duka tersebut dengan suka, pasti ada bahagia yang disimpan oleh Tuhan untuk sahabat saya itu bukan? Tentunya

Tuhan Maha Adil, jiwa yang pergi di keluarga Sahabat saya itu sudah dijamin bakal ada yang mengganti. Sahabat saya itu tengah mengandung malaikat kecil di rahimnya, hadiah pelipur lara yang tak tertandingi bagi keluarga yang baru ditinggali. 

Kabar suka datang lagi, kali ini dari sepupu saya yang kembar . Saya ucapkan selamat, dengan percaya diri dan menggebu-gebu , melalui teknologi tercanggih dan baru,”Selamat Mbak sudah jadi Ibu!” ..ehh ternyata saya salah kirim -____-, ke kembaran yang satu… haduhh haduhhh
Selain kabar kelahiran, kabar suka lainnya tentu saja soal pernikahan. Beberapa sahabat dan rekan mengirim undangan peresmian jalinan kasih mereka, ahhh… sedikit iri tapi tak kurangi bahagia. Salah satu undangan datang dari sepasang senior masa kuliah, Mb Nina dan Mas Rizky.

Harusnya, kabar itu memang menjadi kabar bahagia bagi mereka. Tetapi disini, bisa saya bilang takdir berbicara lain. Seperti di drama-drama yang sering kita saksikan, hari bahagia malah berubah menjadi duka.
Calon mempelai pria, Mas Rizky justru tertimpa musibah. Kabarnya, dia terserang penyakit. Mulanya ringan kemudian memburuk dan koma selama beberapa hari. Sayang saya tak sempat menjenguknya, ketika saya berencana menggunakan waktu libur untuk menengok dan mendoakan keadaannya. Dini hari itu, si calon mempelai wanita justru mengabarkan soal kepergian calon suami..untuk selamanya.

Ah, Tuhan terlalu sayang dengan Mas Rizky sehingga memanggilnya cepat-cepat untuk segera berada di sisi-Nya. Tuhan terlalu sayang pada Mbak Nina, dia mengujinya begitu berat karena ingin memberi surga yang lebih luas, kelak atas hadiah keimanannya.

Saya mengingat-ingat, kapan terakhir kali berhubungan dengan pasangan yang sangat dipilih Tuhan ini. Ah, hampir setahun lalu kah? Malam sebelum resepsi sahabat saya, Prautani Wira , digelar. Saat itu, atas nama solidaritas yang tidak jelas, beberapa kawan yang dipastikan tidak dapat hadir ke resepsi menggelar pertemuan di sebuah pusat perbelanjaan.

Ada saya, Farly, Ofis, Kak Yanuar dan Kak Handra. Kami berlima asik berbincang, ngalor ngidul ngayal ngaco.  Asyik berbual, tetiba sebuah nomor telkomsel tampak di telepon seluler saya. Bergetar, meminta untuk diangkat. Nomornya tak saya kenal, ah sombongnya saya.

“Halo,” ujar saya membuka percakapan.”Halo , dengan gustidha budiartie,” jawab suara yang disana. Logatnya khas, rada keminang-minangan. Terdengar  familiar di telinga, tapi ini agak berbeda. Itu karena dia sengaja memberatkan suaranya.  Dia menanyakan kepada saya perihal Nunun, iya Nunun yang lagi heboh itu. Nunun yang selalu berkerudung Louis Vitton dan menenteng tas Hermes.

Suara disana mengaku dia pihak pengacara Nunun, tentu saja saya tidak percaya. Dulu saya memang mengejar-ngejar dan haus berita akan perempuan tua trendi itu. Tapi itu sudah lama, saya sudah diputar di desk baru yang lebih mengincar target laba perusahaan-perusahaan minyak. Saya mencoba-coba menerka suaranya, saya yakin dia oknum Fakultas Hukum dan masih seangkatan dengan Handra CS ini.

“Kak Hasby ya?” tebak saya ragu, ah lagipula suara Kak Hasby itu jauhhhh lebih halus dari saya. Tidak seberat ini.  Tebakan saya salah semua, sayup-sayup saya mendengar suara seorang wanita. Saya mengenal suara itu! Antara ragu dan tidak, saya pun bertanya.. “Halahh, ini Kak Kiky ya?” begitu saya menyapa namanya.

Tak lama, saya dengar suara tawa pecah. Kak Rizky dan suara si wanita itu, Mbak Nina. Saya pun ikut tertawa, karena merasa kena jebakan batman mereka. Sial, haha. Kami semua, bertujuh, akhirnya pun tertawa.  Ternyata Kak Kiky dan Mbak Nina tahu soal pertemuan ini, kalau saya tidak salah ingat sebenarnya Kak Kiky diundang juga. Tapi berhalangan hadir.

Saya bertanya,”Kok bisa Kak Kiky sama Mbak Nina barengan ?” , itu juga kan yang kalian tanyakan sedari tadi saat membaca tulisan ini? Hayoo ngaku , hehehe. Mbak Nina mengklarifikasi, dia bilang selain mereka berdua ada juga ibunya Mbak Nina… ohhh 

Telepon pun berganti dari tangan satu ke tangan lain, berebut berbicara dan bergosip. Saling menyindir dan bertanya kapan gilirannya, menikah maksudnya … hehehe. Pertanyaan itu pun berbalik ke mereka, jadi kapan kami terima undangannya ?

Kira-kira begitulah situasi malam itu, sampai sekitar dua pekan lalu undang Mbak Nina dan Mas Rizky saya terima di dunia maya. Ah, senangnya. Pasangan itu memang jodoh, lucu , dan serasi. Mb Nina yang berapi-api, Mas Rizky yang bawaannya tenang. Mb Nina yang serius, Mas Rizky yang suka bercanda.. klop!
Harusnya, saat saya memposting tulisan ini. Tanggal 8 January, adalah saat mereka menggelar resepsi. Namun kemarin, calon mempelai pria justru mengenakan kafan dan dihantar langsung ke Sang Pencipta kekasihnya. Jumat pada saat seharusnya akad dilangsungkan, dini harinya saya justru mendapat terusan pesan yang meminta doa dan permohonan maaf untuk kondisi Kak Kiky yang semakin memburuk.

Saya tak bisa membayangkan kondisi hati Mbak Nina, jika saya berada di posisinya…ah saya tetap tak bisa membayangkannya. Saya pikir kejadian seperti itu hanya terjadi di drama-drama Korea yang sering saya tonton. It Happened in reality, and shocked me.

Saya coba menggali ingatan saya soal Kak Kiky. Saya mengenalnya, cukup baik tapi tak cukup dekat. Tidak sedekat saya dengan Mbak Nina memang. Kak kiky, mungkin tidak sepopulis Kak Budi, Kak Redy, Kak Muhit, dan sosok kampus lainnya.

Dia selalu tampak bersama pria-pria golongan kelas biasa seperti Kak Handra, Kak Ebet, Kak Gary di bangku boulevard. Seringnya duduk bersila, bergaya ala ninja tergila-gila dengan sosok anime kenamaan. Orangnya low profile, jalannya tenang. Santai, tidak terlihat seperti angkatan-angkatannya dan politisi kampus yang suka kelihatan sok sibuk dengan gaya jalan dibuat-buat biar tampak keren.

Selalu apa adanya, lucu deh pokoknya. Biasanya memang sering digoda oleh Mbak Diana,”Cie cie Kikyyy…” goda mbak Diana dengan kebiasaan menunjuk-nunjuk. Wira, sahabat saya, sangat senang kalau bekerjasama dengan Kak Kiky. Wira selalu menceritakan betapa lucunya dia saat diorganisasi, lucu tapi bisa memberikan solusi.

Selamat jalan Kak Rizky.
Saya sudah mencoba menggali ingatan saya paling dalam, tidak ada kesan buruk yang saya dapat tentang Kak Rizky. Orang baik, memang selalu dipanggil cepat oleh Tuhan. Tuhan sayang Kak Rizky, begitu pula kami semua…
Seperti yang saya bilang, yang hilang pasti akan diganti oleh Tuhan. Saat ini, saya menunggu kabar baik tentang kelahiran bayi dari seorang kawan lagi
Kabar baik juga semoga diberikan oleh Tuhan, bagi mereka yang ditinggal oleh Kak Rizky..

2 komentar:

Recent Comments

 

©Copyright 2011 Totally Absurd Woman! | TNB