Pembatasan BBM oh Pembatasan BBM

Rabu, 02 Februari 2011 2 komentar
*Gak nyangka akhirnya nulis ini juga*
- Tulisan ini dihimpun berdasarkan data dan fakta yang saya dapat di lapangan, baik lapangan banteng, lapangan terbang, lapangan kementerian ESDM, lapangan DPR RI dan lapangan lainnya -

Pertama, mari kita hindari kata Pembatasan yang haram dan mulai biasakan kata Pengaturan BBM, sebagaimana sering diingatkan oleh Menteri Darwin Zahedy Saleh kepada para pewarta.. *akibat sering ditegor dan diomelin*

Isu pembatasan BBM ini sebenernya bukan issu baru, karena pemerintah sudah punya roadmap dari dulu untuk menghapus subsidi BBM secara bertahap dan habis pada tahun 2014 mendatang. Kenapa mesti dihapus? Alasannya simple, Indonesia saat ini sudah tidak berjaya lagi di dunia perminyakan.

Tahukah kawan, kebutuhan bahan bakar kita dalam sehari mencapai hingga 1,3 juta barel (1,3 juta BOPD). Sementara, kapasitas produksi kita perharinya hanya mencapai 900 ribu - 1juta barel perhari, sehingga setiap hari kita harus import BBM sebanyak 300-400ribu barel untuk mengisi bensin sodara-sodara di seluruh Indonesia.

Nah, karena amanat undang-undang. Pemerintah so pasti punya tugas untuk kasih subsidi sama rakyatnya. Taon 2010 kemaren, subsidi BBM ini bahkan mencapai Rp 89 triliun yang kemudian dikonversikan dalam kuota BBM sebanyak 36,5 Juta kiloliter, yang setelah diitung2 ampe akhir taon kagak cukup juga dan terpaksa ditambah 2 juta kiloliter lagi...jadi totalnya 38,5 juta Kl buat dibakarrr..

Balik lagi ke subsidi, setelah dilakukan kajian oleh BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas *ingat Migas bukan Miras yaa*... selama ini subsidi BBM ternyata dinikmati oleh kalangan mampu, yaitu sebanyak 53 % dinikmati oleh pemilik kendaraan pribadi beroda empat alias yang pada punya mobill ituu.. Bahkan, klo mau dirinci, 77 % dari alokasi BBM subsidi jatuh ke 25 % rakyat yang masuk kategori sangattttt mampu akibat pemanjaan subsidi ini.

Mangkenya, pemerintah punya gagasan melaksanakan pembatasan bagi seluruh kendaraan roda empat plat hitam, jadi buat motorrrrr, angkot, dan kendaraan pelat kuning masih bisa nikmatin itu BBM bersubbiji, dengan alasan masa ente dah sanggup beli BOIL kagak sanggup beli bensinnye, ..*halahh*

Dengan target pembatasan mulai berlaku pada April nanti, pemerintah taon ini mengkuotakan BBM subsidi sebesar 38,5 juta Kiloliter tapiii dengan penekanan kuota ini bener2 dinikmatin sama yang berhak, yang tajir dan bisa kredit mobil mbok yaaa pake yang jangan subsidi gitu lohh..

Masalahnyeee, begitu ini dibatasi otomatis konsumen beralih ke BBM non subbiji yang harganye Masya Allohhh naek terus ngikutin harga minyak dunia. Perkiraannye, klo harga minyak sampe US$ 120 per barel pada taon ini, harga pertamax diperkirakan bisa menyentuh harga Rp10-12ribu perliternya brurrrrr! *garuk2 tanahhh*

Inilah, yang membuat DPR meminta pemerintah kaji terus soal pembatasan BBM ini. Apalagee infrastruktur dan pengawasannya di lapangan nanti masih dinilai belom siapp, dari 4667 SPBU yang terdapat di seluruh Indonesia, baru terdapat 1686 SPBU yang telah menjual Pertamax. Di Jakarta aje baru 75% SPBU yang sedia pertamax, padahall kann di tempat inilah pembatasan perdana akan dilaksanakan.

Si bintang iklan tolak angin, Anggito Abimanyu, kini ditunjuk jadi ketua tim kajian soal pembatasan ini yang hasilnya masih ditunggu DPR. enaknya pembatasan gimana nih, biar ga ribet, biar negara gak rugi, biar inflasi gak makin tinggi, biar masyarakat nyaman, biar anggaran gak bobol, semua lagi dipikirin..
klo kata dirjen migas sih.."Sabar aja doolooo," begitu pesan singkatnya beliau kepada saya.

Ini saya paparkan data2 saja yaa... tapi in my humble and labil opinion, saya sendiri lebih sepakat klo pemerintah naekin aja harga BBM barang seribu perak teruss secara bertahap supaya masyarakat bisa lepas dari subsidi ini, drpd pembatasan BBM subsidi yang ribet2 ini.Dan, sudah saatnya kita mulai optimalkan energi seperti gas , panas bumi, dan energi baru lainnya yang punya potensi lebih besar ketimbang masih ribet ngurusin minyak yang pasti terus berkurang.

Pertumbuhan ekonomi rata2 kan 6 persen pertahun, harga minyak dunia perbarelnya bisa sampe sentuh US$ 120 (sekarang udah US$ 100 cuy), belom laju pertumbuhan kendaraan..wuidihh gak kebayang pemakaian BBM di negeri berpenduduk 200 juta orang lebih ni kedepannya. Padahal cadangan minyak kita terus terun secara alami sebanyak 12 persen per taon. Soal pengelolaan dan kawan2nya, wah itu dibahas entar deh..perlu berdukun dulu sama ahlinya itu, huahahaha.


Terakhir ijinkan saya mengutip lagu gubahan kawan2 wartawan labil di energi..
*sepenggal lirik yg terinspirasi dari lagu Jagalah Hati by AA Gym*

Jagalah Mobil, Jangan Kau Nodai
Jagalah Mobil, hindari Subsidi
Bila Mobil Kian Mahal, subsidi pun tidak halal
Pertamax semakin mahal, siap-siap kuras modal!

*tolong jangan ditimpukk* *pahamilah kemuakan dan tingkat stress kami*
Amin!

Oh jangan lupa intinya ya
- pembatasan rencananya berlaku April 2011
- Yang kena pembatasan cuma mobil pribadi, motor dan angkutan umum kagak
- tapi ini masih dikaji lagi
- Anggito Abimanyu jadi bintang iklan tolak angin, karena doi orang pintar.

2 komentar:

  • @guz_tidha mengatakan...

    @Iskan
    siapa bilang? pembatasan BBM pasti jadi, waktunya aja yang diundur-undur terus, hehehe. Percaya deh, soalnya itu pos liputan daku

Recent Comments

 

©Copyright 2011 Totally Absurd Woman! | TNB