bukannya saya sedang mellow, tapi saya hanya ingin menulis peristiwa-peristiwa romantis *menurut saya* yang belakangan selalu saya lihat dalam hidup.
bukan kisah-kisah fiksi laksana Romeo dan Juliet yang mendunia, ini hanya orang-orang Indonesia, yang bahkan kisahnya mungkin bisa lebih haru dibanding fiksi karya William Shakespare itu.
Jakarta itu keras, begitu kata orang-orang yang pernah hidup di kota megapolitan.. tanpa yang hidup di desa ketahui bahwa kerasnya Jakarta, karena penduduknya sering dikelilingi oleh bangunan beton.
kerasnya hidup di jakarta itu, mungkin yang membuat watak manusia yang disekitarnya menjadi kurang romantis. Ah, mana ada zaman sekarang orang melamar kekasihnya sambil berlutut seperti di film-film hollywood atau bollywood, mimpi... begitu pikir kita.
Kalaupun ada, mungkin akan langsung kita cibir dengan ucapan , "Ihh norak banget sih, pengen ikutan pilem2 tuh," -> begitulah komentar para kelompencapir (Kelompok pencela dan pencibir -- seperti saya, hahaha)
Pernah, dulu waktu saya SMP, salah seorang rekan berkisah bahwa dia 'ditembak' pacarnya... pada saat valentine, dengan membawa sekuntum bunga mawar, sambil berlutut di jembatan penyebrangan Tosari *sekitar jalan thamrin* ,di tengah lalu lalang manusia... sang calon pacar itu pun beraksi ,"Duhai gadis, maukah kau menjadi pacarku?" tanya sang calon pacar yang kebetulan juga musisi *jadi gak heran agak gombal..hehehe *
Rekan saya pun menyambut gayung..eh tembakan sang calon itu..dengan mesam-mesem malu-malu, maklumm ababil alias abegelabil.
Momen tersebut sangat klise bukan? walaupun ujung-ujungnya hubungan mereka hanya menginjak usia sekitar dua bulan, tingkah sang calon pacar itu...sekonyol dan senorak apapun dia, jauhh..jauhhhhhhhhhhhhhhhhhh banget di lubuk hati para wanita yang paling pojok, akuilah..bahwa terkadang walaupun sedikit pasti kita pernah menginginkan momen seperti itu dalam hidup kita..
Kembali ke kisah zaman kini, saat usia kita memasuki 20-an.. beban pekerjaan serta persaingan antarperempuan semakin meningkat *gak nyambung* , intinya usia dimana kita telah mengenal kedewasaan dan pornografi.. maka sudah jarang wanita yang mengharapkan keromantisan dari pasangannya, yang mereka butuhkan adalah kenyamanan dan ketentraman *soktahubangetsih gussss*
Intinya, lihat yang romantis itu udah ajaib lahhh..apalagi ditengah-tengah pekerjaan eksotis yang tengah saya geluti ini.. menteror koruptor, mencari mayat..menyaksikan kepalsuan dan akibat tuntutan hidup..huff
Tapi ternyata Tuhan yang Maharomantis, masih membuka mata saya untuk melihat keindahan kasih umatNya..

Pernah saya meliput Alter dan Jane, pasangan yang belakangan mengisi pemberitaan karena sang pria - Alter- dituduh memalsukan kelamin oleh orangtua sang wanita -Jane-, bukan kemauan Alter terlahir sebagai pria yang tidak sempurna, bukan kemauannya memiliki penyakit klinefelter yang selalu menyerang satu disetiap 1000 bayi yang lahir di dunia.
Untuk diakui sebagai pria saja, Alter harus melawan pandangan publik, namun ditengah kekurangannya , menginjak usia 30-an, Alter justru bertemu Jane, putri pemilik universitas Binus. Saya menjenguk mereka di dalam bui, Jane setiap hari selalu sempatkan waktu menjenguk suaminya itu.
Jane laksana putri, namun dia juga bukan manusia sempurna, tuna rungu dengan kemampuan bicara terbatas. Jane dan Alter adalah pasangan yang tidak sempurna dari sudut manapun, namun mereka melengkapi satu sama lain. Ditentang orangtua, tidak diakui, kabur dari rumah, dicoret sebagai ahli waris, dibui, dan terancam pidana... sebuah kisah yang mampu menyentuh hati dan bukan fiksi ada di hadapan kita.
Saat Jane mengecup kening Alter, Alter justru meledek istrinya itu..mereka tertawa walaupun ancaman pidana ada di depan mereka, sambil merekam peristiwa, saya menahan air mata di pelupuk..ahh ternyata Gustidha yang keras ini, bisa lunak juga hatinya.
Lantas, pasangan berikutnya adalah Ainun dan Habibie, siapapun yang melihat proses pemakaman ibu Ainun...pasti tersentuh, walaupun hanya di layar kaca.
Bung Karno mungkin revolusioner, tapi beristri banyak..
Pak Harto berhasil bangun kerajaan, tapi tak pernah tangisi kepergian mendiang Ibu Tien..

Berbeda dengan Habibie, isakannya saat menaburkan bunga dan melihat jenazah istrinya dikubur..tak mampu dia tahan. Mungkin ia bersedia untuk membuat 1000 pesawat lagi, asalkan Ainun bisa terus disisinya. Tak terbayangkan, hampir menginjak usia 50 tahun kebersamaannya, sang Istri yang selalu menjadi rekan curhatnya, Istri yang selalu mendukung disaat yang lain mengecam, Istri yang menyambut dengan hati saat banyak kelompok yang lempari benci...
Kawan bermain kelereng sedari kecil ... kini harus lebih dahulu keharibaan..
Kegagahan Sang Presiden, saat air mata tak bisa dia sembunyikan dengan sebuah kacamata Riben ..tidak berkurang.. justru makin membuat rakyat -atau setidaknya saya- terkagum,
Presiden yang paling berhasil menjaga kurs rupiah ini, juga berhasil menjadi Pria Teromantis Tahun 2010..
Tanpa perlu mengumbar peluk cium di depan massa, cukup satu isakan tangis saat kepergian istrinya.. Habibie tahu benar arti romantisme yang sejati..
Itulah pasangan yang bisa kita lihat di layar kaca, mau yang lebih romantis ... tengoklah orang tua kita sendiri, tengoklah orang-orang terdekat kita..
kelahi tengkar sudah biasa, omelan sudah jadi rutinitas... tapi tetap saja saya tersenyum, ketika ayah saya paling bersemangat menyiapkan kejutan saat ibu saya berulang tahun..
walaupun hanya dengan martabak bangka, mengucapkan selamat ulang tahun kepada mama tepat pada tengah malam... membuat mama tersenyum simpul, bahwa sang suami masih mengingat ulang tahunnya * bersyukur gak kaya iklan teh sariwangi *... momen romantis saat itu, walaupun besok paginya... mama kembali teriak kepada papa untuk angkatin cucian kedepan..(_ _")
well it's life.. terkadang..kita memang perlu hal-hal romantis sebagai manisan ditengah kerasnya kehidupan..
Enjoy your life, dan nikmati segala prosesnya ^^


6 komentar:
waaaahhh lagi mellow2 niiyh yaaa...heehehehhee hal2 romantis kaya gini mang udah jarang ditemuin...entah karena gw ngerasa itu kadang kala basi ato cm gombal yah..ketulusannya kadang udah ga tersirat lagi siyh :P
haha, asik.. terutama part Habibie dan emah dan bapak lo!
like this!!
huhu.. sabtu kmaren gw jg dateng ke ulang taun bokap'y cowo gw.. pas nyokapnya ngasi ucapan selamet depan kue tart pelukannya ulang taunnya lama gitu.. huhu.. iriiiiiii.. udah pada tua2 gt masih akur2 smuah.. *sinthia*
hhemm bukannya mellow tapi suasana belakangan bikin mellow...hehehehhe
"Ah, mana ada zaman sekarang orang melamar kekasihnya sambil berlutut seperti di film-film hollywood atau bollywood, mimpi..."
Ada kok, gus.
:)
@disti jangannn bilang itu terjadi sama elo yaaa..hahaha dan kau akan segera menyusul fika serta renny...
Poskan Komentar