Speaks For 2 Cm..Speaks For My Rights..Speaks for Our Rights >_
Well, setiap gadis pasti punya impian dalam hidupnya ..and salah satu impian gw dalam hidup adalah menikah dengan upacara pedang pora * gak tau kenapa..dulu waktu gw kecil selalu terpana klo kondangan pas mempelainya pake acara pedang pora *.... Secara gak sadar gw pun memendam impian itu, dan beberapa hari ini..impian itu seakan bangkit dari alam tidur gw yang terdalam saat gw membaca adanya lowongan di Departemen Pertahanan untuk pelaksana teknis bagian Hukum... saat itu gw menghayal akan dapat memikat salah satu taruna tegak nan tampan yang tak gentar membela negara dan suatu saat meminang gw and off course..Pedang Pora Ceremony will be held on our wedding party ;p ...
Dengan semangat mencari jodoh 45 *emang dasar niat gw geblek..jangan diikutin yang ini ya *..gw pun bersiap-siap mengumpulkan berkas administratif (yang emang udah siap dari dulu-dulu, maklum sengaja buat kejar cpnsan taon lalu..)..dan kebiasaan baik gw adalah, begitu ada info cpnsan langsung gw sebar luaskan ke kerabat terdekat..tanpa ba..bi..bu..langsung gw blast.. dan tiba-tiba ada reply YM dari teman gw yang menjabarkan syarat yang terlewat dari mata gw.
Keadaan Jasmani dan Rohani Pelamar
Tinggi badan , minimal untuk Pria 160 cm , Wanita 155 cm
berat badan mendekati Ideal
Sehat Jasmani dan Rohani (tidak cacat)
Tidak bertato dan bertindik
Tidak ada bekas Tato maupun tindik
Well...and you know what?..gw langsung terjungkal di syarat pertama mengenai tinggi Badann..... * karena Believe it or not..Gw adalah Arwen sang Peri yang dikutuk dalam tubuh seorang Hobbit dengan tinggi 153 cm *....cuman kurang 2 cm...dan impian pedang pora gw terkubur lagii *nasibbbb *..
Emosi gw pun memuncak..ini bukan soal Pedang Pora lagi..ini bukan soal 2 cm..
Ini bukan tentang gw pribadi..But It's All about Rights..yeah Our Rights as a Citizen in this State * well special 4 me...good love hunter citizen ;p*
Klo dibaca postingan gw dari awal, syarat ini diajukan oleh Departemen Pemerintahan untuk tenaga teknis * sipil berarti, dan bukan militer *...dan menurut gw syarat ini terlalu mengada-ada..dan sangat disayangkan karena Departemen adalah Role Model dalam negara ini..klo satu Departemen bisa bikin syarat yang agak mengada-ada ini...maka sangatlah wajarr klo perusahaan2 swasta lainnya bikin syarat -syarat Tenaga Kerja yang lebih gak masuk di akal..keluar di Idung ><.. * intonasi nada mirip sama Fenny Rose yang bawain Silet..bedanya gw bawa Parang bukan Silet lagii *
To the point tenaga-tenaga teknis ini adalah mereka yang nantinya gak maju perang, tapi sifatnya support..dan yang dibutuhkan adalah tenaga kayak desiner, pelatih musik, sanitarian, nutrisionis, teknisi gigi *apa pula? *, arsiparis, rohaniawan, penerjemah...dkk, yang mana menurut gw...gak related sama syarat2 itu...
Negara ini selalu bangga dengan Pemilunya yang sangat demokratis..tapi praktik2 diskriminasi sebenernya masih ada dan merajalela.... They Made the rules...tapi mereka juga yang ngelanggar..
Hak gw untuk tetap mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan sebagaimana yang diatur di pasal 28D UUD 1945..diabaikan
mana hak gw yang ada di atur di Pasal 38 UU No 39 /1999...?
gw juga tidak menemukan batasan tinggi badan dalam memperoleh pekerjaan di Pasal 45-51 UU No 39/99 tentang wanita
Dan gw merasa hak gw di Pasal 5 UU Ketenagakerjaan ...juga tidak terpenuhi
So Where's my Rights ? Where's Ours ?


0 komentar:
Poskan Komentar