
Lama sebelum tragedi serangan Israel di negeri Palestine yang kini terkoyak, saya pernah menonton tayangan 'National Geographic' di Metro TV, bahasannya pada saat itu mengenai Yerusalem, Kota Suci bagi 3 agama , dua diantaranya adalah Islam dan Yahudi
Suci bagi islam karena terdapat Masjid Al-Aqsa disana, Masjid yang menurut sejarah merupakan tempat dimana Rasulullah SAW singgah dalam perjalanan Isra Miraj nya, dan suci bagi umat yahudi karena terdapat tembok ratapan. Saat membahas mengenai Masjid Al-Aqsa, gambar yang ditayangkan di televisi adalah sebuah bangunan masjid nan indah dan berkubah emas, seperti gambar di bawah ini

Subhanallah, begitulah pikir saya saat itu... bagaimana bisa sebuah Masjid nan indah tetap berdiri kokoh di tengah konflik bom berkepanjangan ini, seakan-akan menunjukkan bahwa hukum perang untuk menjaga situs-situs agama tetap di taati... tapi ternyata saya di bodohi, saya tertipu.. begitu juga ribuan atau mungkin jutaan umat manusia (terutama muslim) yang menonton acara itu tertipu.....
National Geographic adalah acara berstandard internasional yang di tonton oleh masyarakat internasional, pun salah dalam menunjukkan Masjid al-Aqsa yang sebenarnya..
Al-Aqsa yang menurut riwayat hadits Rasulullah SAW adalah masjid yang berkubah biru, inilah gambar masjid yang menjadi kiblat pertama kita yang sesungguhnya itu


Selama ini banyak umat yang disesatkan!!
gambar masjid yang pertama tersebut adalah Masjid Al-Sakhra atau Qubbah Sakhra, gambar masjid inilah yang tampak di surat kabar, kalender, kartu-kartu pos segala bentuk publikasi media baik cetak maupun elektronik saat berusaha mendapatkan info tentang Masjid Al-Aqsa
Majid Al Aqsa yang sebenarnya saat ini berda di bawah kuasa bangsa Israel, terowongan-terowongan mulai di gali dibawahnya untuk memperlemah pondasi masjid, Masjid Al-Aqsa pun di kaburkan sehingga banyak umat yang salah kaprah dan meyakini bahwa Qubabh Sakhra adalah Al-Aqsa yang sebenarnya, menunjukkan pada dunia bahwa bangsa Israel sangat menjaga masjid suci tersebut dan menjaganya, hingga jika terjadi perjanjian damai nanti Mesjid Sakhra lah yang diserahkan, sementara umat islam semakin jauh dengan Al-Aqsa yang sejati, karena simbolisasi selama ini adalah Qubbah Sakhra
Bandingkanlah, kedua bangunan tersebut antara Al-Aqsa daN Qubbah sakhra, jelas sekali perbedaannya antara yang terjaga, terlindungi dan yang tidak terawat. Inilah yang dikhawatirkan oleh mujahid palestina, win-win solution yang ditawarkan Israel menukar Qubbah Sakhra alih-alih sebagai Al-Aqsa, jangan sampai!!!
Ada satu lagi kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang ada di Yerusalem, Palestina.
Yaitu keberadaan the Flying Stone, di bawah ini

Menurut kisahnya , saat Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Miraj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa , beliau pergi dengan mengendarai Buraq, saat ingin meninggalkan Masjid Al-Aqsa dan melanjutkan perjalanan Isra Mirajnya menuju sidratul muntaha, batu ini pun ingin ikut dengan beliau namun dilarang Oleh Rasul dan rasul menghentakkan kakinya di atas batu tersebut, sehingga posisi batu itu pun mengambang (wallahu alam bis Shawab), batu ini terletak di Masjid Umar.
Banyak yang mempertanyakan keaslian gambar ini, untuk membuktikannya silahkan di cek ke Link di bawah ini
http://boeldozzer.multiply.com/photos/album/37/The_Flying_Rock_of_Isra_Miraj?&album=37&view:replies=threaded
(dalam link ini terdapat pembuktian bahwa gambar the flying stone itu asli, karena terdapat gambar yang disebar oleh pihak2 tertentu yang menyatakan bahwa the flying stone itu hanya manipulasi)
Yang pasti bagaimanapun juga, kebesaran Allah SWT tidak akan bisa ditutupi selamanya, yang Haq akan selalu Haq
mengingat ceramah dari Ustadz Arifin Ilham “Diam itu emas, tapi menyatakan sesuatu yang Haq dan benar adalah berlian”
Palestine atau yang dulu dikenal dengan sebutan Kanaan, adalah negeri para nabi-nabi
Negeri dimana terdapat kiblat pertama Umat Muslim 14 abad yang lalu
Negeri tempat seribu kebesaran Allah terjadi, peristiwa Nabi Ibrahim As, Nabi Musa As, Nabi Yakub As, Nabi Isa As
akankah kita membiarkannya? Merelakannya? Bernasib seperti andalusia di Spanyol, tempat pernah berjayanya Islam yang kini hanya tinggal kenangan.
Menyerah bukanlah kata yang tepat, walaupun raga lelah namun saudara-saudara kita masih bertahan dengan spirit yang ada
wallahualam bis shawab


4 komentar:
informatif gus!thanks!
TERIMA KASIH INFONYA. SANGAT BERMANFAAT.
Kereennnn....
Subhanallah
De Javu tapi tetep kalo gusti yang upload pasti OK,...
Poskan Komentar